Minggu, 18 Januari 2015

HIDUP RUKUN BERAGAMA DI INDONESIA

Tata kehidupan bangsa Indonesia dalam berusaha, berjuang, dan dalam melaksanakan tugas sehari hari, senantiasa berdasarkan pada keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kerukunan Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di Tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Kesadaran akan kerukunan hidup umat beragama yang harus bersifat Dinamis, Humanis dan Demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada masyarakat dikalangan bawah sehingga, kerukunan tersebut tidak hanya dapat dirasakan/dinikmati oleh kalangan-kalangan atas/orang kaya saja.Karena, Agama tidak bisa dengan dirinya sendiri dan dianggap dapat memecahkan semua masalah.
Agama hanya salah satu faktor dari kehidupan manusia. Mungkin faktor yang paling penting dan mendasar karena memberikan sebuah arti dan tujuan hidup. Tetapi sekarang kita mengetahui bahwa untuk mengerti lebih dalam tentang agama perlu segi-segi lainnya, termasuk ilmu pengetahuan dan juga filsafat. Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian yang mendasar dari agama-agama. Jadi, keterbukaan satu agama terhadap agama lain sangat penting. Kalau kita masih mempunyai pandangan yang fanatik, bahwa hanya agama kita sendiri saja yang paling benar, maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam usaha memberikan sesuatu pandangan yang optimis. Namun ketika kontak-kontak antaragama sering kali terjadi sejak tahun 1950-an, maka muncul paradigma dan arah baru dalam pemikiran keagamaan. Orang tidak lagi bersikap negatif dan apriori terhadap agama lain. Bahkan mulai muncul pengakuan positif atas kebenaran agama lain yang pada gilirannya mendorong terjadinya saling pengertian.Di masa lampau, kita berusaha menutup diri dari tradisi agama lain dan menganggap agama selain agama kita sebagai lawan yang sesat serta penuh kecurigaan terhadap berbagai aktivitas agama lain, maka sekarang kita lebih mengedepankan sikap keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain.

Sumber :

CIRI CIRI MASYARAKAT DESA

Warga suatu masyarakat pedesaan biasanya memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan, kehidupan bertani.
Ciri – ciri masyarakat desa :
1.     Di dalamnya masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam
2.     Sebagian besar masyarakat pedesaan hidup bertani
3.     Sistem kehidupan berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan
4.     Masyarakat pedesaan bersifat homogen baik dalam agama, mata pencaharian, adat kebiasaan atau kebudayaan.

Adapun menurut buku sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli sosiologi “Talkot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschraft) yang mengenal ciri-ciri sebagai berikut:
a.      Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, conta, kesetiaan, dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orangh lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b.     Orientasi kolektif merupan konsekuensi dari afektifitas yaitu mereka mementingkan kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat. Intinya semua harus memperlihatkan keseragaman perasamaan.
c.      Partikularisme pada dasarnaya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja
d.     Askripsi yaitu hubungan dengan mutu atau sifat khusus uang tidak diperoleh bedasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.
e.      Kekabaran (Diffusness) yaitu sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung untuk menunjukan sesuatu.

Dari uaraian tersebut (pendapat Tacott Parson) dapat terlihat pada desa desa yang masih murni masyarakatnya tanap pengaruh dari luar.

SUMBER:
     https://denykurniawan87.wordpress.com/2013/04/19/karakteristik-masyarakat-pedesaan/

HUBUNGAN DESA DAN KOTA

Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan seperti beras sayur mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu di kota.
1.   Bersifat ketergantungan
2.   Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu
3.   Kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
4.   Kelompok para penganggur di desa
5.   Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
6.   Peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan
7.   Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan

Masyarakat Desa atau juga bisa disebut sebagai masyarakat tradisional manakala dilihat dari aspek kulturnya. Masyarakat pedesaan itu lebih bisa bersosialisasi dengan orang orang di sekitarnya. Masyarakat desa adalah kebersamaan, sedangkan Pola interaksi masyarakat kota adalah individual.Sebagai contoh kalau anda pergi ke suatu desa dan anda bertanya dengan dengan seseorang siapa nama tetangganya, pasti hafal. Kalau di kota, kurang dapat bersosialisasi karena masing masing sudah sibuk dengan kepentingannya sendiri.
Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan, sedang masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan kadang hierarki. Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan kemasyarakatan, sedangka masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan yang ada dalam masyarakat.
Pada dasarnya masyarakat desa dan kota adalah sama sama bersinergi untuk membangun sebuah negara, bagaimanapun karkaternya, dimanapun tempatnya, adalah tetap satu yaitu masyarakat.

SUMBER :
http://manusiabudaya.blogspot.com/2012/06/perbedaan-masyarakat-desa-kota.html

Kamis, 27 November 2014

How to make a simple MP3 application using Visual Basic 6.0

1. Open The Program (Visual Basic 6.0)


2. Chose the Standard EXE option, and OPEN 
3. Shape the form to your liking, for example,
4. Click right, and chose the component option
                         
5. Choose Microsoft Multimedia Control 6.0, and click Apply, then close
      
6. Click Frame from the tools on the left side, and make a frame for the “now playing” screen.
 
7. Click MMControl. Click and slide the cursor. 
 
8. Click DriveListBox. Click and slide the cursor.
9. Click DirListBox. Click and slide the cursor.
10. Click FileListBox. Click and Slide the cursor.
11. Click Lable. Click and slide the cursor
12. In ther right side, you will find word “caption”, fill it with the name you want, for example, “IS_CREAM”
13. Double click inside the frame you made, and you will find “project1” box. Fill it with the codes you needed.
The Finished Program.
good luck ;)







Senin, 24 November 2014

PENEGAKKAN HUKUM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Dalam menggunakan hak mendapatkan pendidikan, sudah selayaknya jika setiap orang haru melakukan kewajiban, seperti halnya siswa yang wajib melakukan kewajibannya untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Tidak wajar jika seornag siswa bermalas-malasan dan tidak belajar. Siswa yang bertanggung jawab tidak akan berbuat demikian.Hak kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran secara lisan atau tertulis sebenarnya sedah lazim dan banyak digunakan dalam kehidupan siswa. Di sekolah siswa
Sebagai pimpinan dan selaku yang dipimpin, kita harus dapat menghormati pendapat orang lain. Kita harus memberiakn kesempatan kepada orang untuk meyampaikan pendapatnya. Hak menyatakan pendapat dapat pula dimanfaatkan dalam kehidupan siswa. Di Sekolah ada osis, perkumpulan, kepramukaan, dan koperasi sekolah. Kegiatan organisasi itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melatih para siswa menggunakan hak-haknya secara dewasa.
Sebagai pemimpin dan selaku yang dipimpin, kita harus dapat menghormati pendapat orang lain. Hak menyatakan pendapat dapat pula dimanfaatkan dalam mencernakan bahan pelajaran. Bertukar pikiran tentang pelajaran tentang pelajaran disekolah. Keikutsertaan dalam kepramukaan sebenarnya merupakan latihan ikut serta dalam membela negara, kesigaan, ketaatan, cinta tanah air, memimpin regu, menguasai suatu keterampilan. Sudah selayaknya kita menggunakan kesemptan yang baik itu.
Pada umumnya supaya fungsi hukum dapat terlaksana dengan baik, para penegak hukum tentunya dituntut kemampuan untuk melaksanakan atau menerapkan hukum dengan seninya tersendirinya, dengan cara menafsirkan hukum sedemikian rupa yang disesuaikan denag keadaan dan posisi pihak-pihak. Bahkan bila perlu hukum dapat diterapkan dengan analogis atau menentukan kebijakan untuk hal yang sama atau hampir sama serta penghalusan hukum.  
Disamping fungsi hukum yang perlu diketahui pua adalah tujuan utama hukum adalah untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, menciptakan ketertiban dan keseimbangan dengan tercapainya ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat dan diharapkan kepentingn manusia akan dpat terlindungi dalam mencapai tujuannya. Karena fungsi hukum adalah membagi hak dan kewajiban antar perorangan di dalam masyarakat dan juga membagi wewenang serta mengatur cara memcahakan masalah hukum.


PMR (PALANG MERAH REMAJA) SEBAGAI PERANAN ORGANISASI PEMUDA DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI

Ketika saya duduk di bangku SMA, saya mengikuti extra wajib PMR. Karena dengan  mengikuti extra PMR saya mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan tentang pola hidup sehat,menjaga kebersihan dan kesehatan. Tidak panik bila terjadi kedaruratan hingga menangani pertolongan pertama pada kecelakaan untuk mencegah hal hal yang lebih berbahaya.PMR juga mengajarkan saya tentang rasa kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesamaan, dan kesemestaan. Seperti halnya prinsip Palang Merah. Selain itu.PMR juga extra yang paling enak, karena PMR itu juga bisa menambah pengalaman, menambah pengalaman, menambah pengetahuan dan memotivasi diri untuk observasi, banyak manfaat yang didapat jika mengikuti PMR.
Dikegiatan PMR saya sebagai koordinator kesehatan, dimana saya yang menangani masalah kesehatan dalam pertolongan pertama,mengatur keadaan uks,dan pengeluaran obat-obatan yang ada di uks. Dalam pelaksanaan Upacara Bendera setiap hari senin dan hari hari besar lainnya, terkadang ada siswa/siswi yang merasa tidak kuat fisiknya untuk mengikuti upacara dan bahkan ada yang sampai pingsan. Dan saya dengan teman teman anggota PMR yang lain ikut dalam penanganan dan perhatian khsus pada mereka.Disitulah PMR mempunyai rasa adil yang cukup besar dalam menangani para siswa yang membutuhkan pertolongan. Setiap Upacara, beberapa anggota PMR ditugaskan secara bergiliran untuk membantu teman-temannya yang membutuhkan.

Berdasarkan pengalaman saya ini, semoga bisa menjadikan motivasi adik-adik yang masih bersekolah di SMP atau SMA, ikutilah kegiatan extrakulikuler yang positif seperti PMR karena akan sangat berguna dan bermanfaat mengisi waktu luang dengan kegiatan.Dan juga mengerti pentingnya dari pengabdian, kerjasama. Salam SIAMO...

Rabu, 01 Oktober 2014

KEBUDAYAAN KELUARGA



 
Aku dilahirkan dari keluarga Angkatan Laut,dimana itu adalah pekerjaan ayahku. Tidak hanya ayahku tapi kakek,pakdeh,paman,hingga kakakku juga angkatan laut. Pastinya kedisiplinan itu sudah tertanam sebelum aku dilahirkan. Orang tuaku juga mengajari kami (kakakku dan aku) belajar bertata krama, saling menghormati orang lain, sopan santun, jujur, baik, dll.
Kebudayaan yang harus dan wajib kami jalani setiap harinya yaitu meminta restu pada orang tua setiap akan melakukan apapun. Contohnya pergi bermain,sekolah,kuliah,atau bekerja harus memberi salam pada orang tua. Dan itu menjadi kebiasaan yang sangat baik bagi keluargaku. Hal yang paling aku suka dalam memberi salam pada orang tuaku yaitu pergi ke sekolah, dimana aku mencium tangan orang tuaku, mereka mencium keningku dan berkata “pahami dan taati betul-betul apa yang bapak ibu guru sampaikan”. Begitu pun kakakku.
Kebudayaan seperti itu yang utama dan harus di tanam dari kecil. Dengan itu aku bisa menghormati semua orang,tidak hanya orang tua tapi juga temanku,orang orang dibawah umurku, apapun itu statusnya aku bisa bersikap sopan pada mereka.